Kenali Dampak Batuk Saat Hamil Terhadap Janin

tehgilang

Updated on:

batuk saat hamil apakah berbahaya terhadap janin

Batuk adalah respons alami tubuh untuk membersihkan infeksi pada saluran pernapasan. Jadi, siapapun bisa mengalaminya, temasuk ibu hamil. Namun apakah batuk saat hamil berpengaruh terhadap janin?

Entah kenapa saya tiba-tiba tertarik mencari tahu soal batuk pada ibu hamil. Padahal saya kan belum hamil, bahkan nikah saja belum.

Ah sepertinya karena batuk bisa membuat bagian perut terasa nyeri, jadi saya penasaran apakah janin dalam kandungan akan merasakan nyeri tersebut atau tidak.

So, di artikel kali ini, saya mau mengajak teman-teman untuk mengenali dampak mengalami batuk ketika sedang mengandung terhadap si jabang bayi. Yuk simak sampai akhir, ya!

Baca Juga: Ciri Batuk Berbahaya

Penyebab Batuk Pada Ibu Hamil

Sebelum mengenali dampaknya, kurang afdol rasanya kalau tidak membahas terlebih dulu tentang penyebab batuk pada ibu hamil.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab batuk menyerang ibu hamil. Berikut 5 faktor yang menyebabkan ibu hamil terserang flu dan batuk:

penyebab batuk pada ibu hamil

1. Mengalami Alergi

Selama kehamilan, perubahan hormon dan peningkatan aliran darah dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, membuat ibu hamil lebih rentan terhadap alergi atau dapat memperburuk alergi yang sudah ada sebelumnya.

Beberapa alergen yang umum, seperti serbuk sari, debu, bulu hewan, atau spora jamur, bisa memicu reaksi alergi yang menyebabkan batuk.

Baca Juga: Pengertian Batuk dan Jenisnya

2. Sistem imun atau kekebalan tubuh Mengalami Perubahan

Sistem kekebalan tubuh ibu mengalami perubahan yang dapat membuatnya lebih rentan terhadap infeksi atau peradangan, yang pada gilirannya bisa menyebabkan batuk.

3. Terkena Penyakit Bronkitis

Bronkitis adalah kondisi di mana saluran pernapasan (bronkus) mengalami peradangan, yang seringkali disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

Ketika terjadi bronkitis, saluran pernapasan menghasilkan lendir yang berlebihan, menyebabkan batuk sebagai respons tubuh untuk membersihkan lendir tersebut.

Baca juga: Cara Mengatasi Batuk Kering

Pada ibu hamil, perubahan pada sistem kekebalan tubuh dan saluran pernapasan dapat membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi seperti bronkitis. Gejala bronkitis pada ibu hamil dapat mirip dengan gejala pada orang dewasa non-hamil, termasuk:

  1. Batuk yang berlangsung lebih dari beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu.
  2. Produksi lendir yang dapat berwarna kuning atau hijau.
  3. Kesulitan bernapas atau napas pendek.
  4. Demam ringan hingga sedang.
  5. Peningkatan kelelahan atau kelemahan.

4. Mengalami Pneumonia

Pneumonia pada ibu hamil dapat menyebabkan batuk, tetapi batuk hanyalah salah satu dari beberapa gejala yang mungkin muncul.

Pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Gejala pneumonia pada ibu hamil dapat bervariasi, tetapi biasanya mencakup:

  1. Batuk yang mungkin disertai dengan lendir yang berwarna kuning, hijau, atau darah.
  2. Demam tinggi.
  3. Kesulitan bernapas atau napas pendek.
  4. Nyeri dada yang memburuk saat bernapas atau batuk.
  5. Kelelahan yang berat.
  6. Mual atau muntah.

Pneumonia dapat menjadi masalah serius selama kehamilan karena dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu dan janin, termasuk penurunan oksigenasi darah ibu yang dapat memengaruhi kesehatan janin

Baca Juga: Obat Batuk Kering Tanpa Resep Dokter

5. Batuk Rejan

Batuk rejan atau pertusis adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Ini dapat menyebabkan batuk yang parah dan berkepanjangan, sering disertai dengan suara “rejan” atau “bersiul” saat bernapas.

Pada ibu hamil, batuk rejan dapat menjadi masalah serius karena dapat menyebabkan komplikasi yang berpotensi membahayakan baik ibu maupun janin.

Batuk rejan pada ibu hamil juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan tidur yang signifikan.

Baca Juga: Pilihan Obat Batuk Berdahak

Mari Ketahui Dampak Batuk Saat Hamil

Kehamilan adalah periode yang rentan di mana ibu dan janinnya membutuhkan perhatian khusus terhadap kesehatan dan kesejahteraannya.

Batuk, yang mungkin dianggap sebagai gejala ringan pada umumnya, dapat memiliki dampak serius pada ibu hamil dan perkembangan janin.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi dampak batuk saat hamil yang mungkin menyebabkan keguguran, gangguan perkembangan janin, kelahiran prematur, dan masalah pernapasan pada bayi yang baru lahir.

1. Keguguran

Batuk yang hebat dan berkepanjangan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran pada trimester pertama.

Ketika ibu hamil batuk, tekanan yang ditimbulkannya pada rahim dapat menyebabkan kontraksi yang tidak diinginkan dan dapat mengganggu keberadaan embrio yang rapuh.

dampak batuk terhadap janin dalam kandungan ibu hamil bisa berbahaya jika dibiarkan

2. Perkembangan Janin Terhambat:

Studi telah menunjukkan bahwa kondisi stres dan tekanan yang ditimbulkan oleh batuk yang parah selama kehamilan dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.

Pembatasan aliran oksigen ke janin akibat batuk yang disertai sesak napas juga dapat berdampak negatif pada perkembangan sel dan organ janin.

3. Kelahiran Prematur

Batuk yang parah dan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Kontraksi rahim yang disebabkan oleh tekanan batuk dapat memicu awal persalinan sebelum janin benar-benar siap untuk dilahirkan.

Kelahiran prematur dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang pada bayi, termasuk masalah pernapasan, gangguan neurologis, dan penundaan perkembangan.

4. Gangguan Pernapasan pada Bayi

Ibu yang batuk parah selama kehamilan juga berisiko mengalami batuk berdahak yang kuat.

Infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh batuk dapat meningkatkan risiko bayi mengalami gangguan pernapasan saat lahir.

Baca Juga: Ciri Batuk Alergi pada Anak

Bayi yang terpapar dahak atau lendir selama proses persalinan juga berisiko mengalami infeksi saluran pernapasan yang dapat menyebabkan pneumonia atau masalah pernapasan lainnya.

Penanganan dan Pencegahan

Untuk mencegah dampak negatif batuk pada kehamilan, penting bagi ibu hamil untuk menghindari paparan terhadap virus dan bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan.

Penggunaan masker wajah dan menjaga kebersihan tangan sangat dianjurkan. Selain itu, konsultasikan dengan dokter untuk pengobatan yang aman dan efektif jika batuk menjadi masalah selama kehamilan.

Baca juga: Obat Batuk Berdahak Alami

Kesimpulannya, batuk yang sering dianggap sebagai gejala ringan dapat memiliki dampak serius pada kehamilan dan perkembangan janin.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan mereka dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk mengurangi risiko dampak negatif yang mungkin timbul.

Konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut jika Anda mengalami batuk yang berkepanjangan atau parah selama kehamilan.

Di artikel berikutnya, saya akan membahas tentang obat batuk yang bisa ibu hamil konsumsi tanpa menimbulkan efek negatif terhadap janin.

Tinggalkan komentar