Ciri-ciri Batuk Alergi pada Anak

Home / Ciri-ciri Batuk Alergi pada Anak

Ciri-ciri Batuk Alergi pada Anak

Desember 24, 2020 | parenting | Tidak ada Komentar

5 ciri-ciri batuk alergi pada anak

Di musim penghujan seperti saat ini. Flu, batuk dan pilek menjadi salah satu penyakit yang mudah menyerang, terutama pada anak-anak ya, bund. Maka dari itu perlu banget adanya perlindungan ekstra dari bunda.

Ngomong-ngomong soal batuk nih, bund. Apakah bunda sudah tahu jika batuk itu tak hanya kubu batuk berdahak dan tidak berdahak saja, sebab, ada yang namanya batuk alergi, bund!

Jadi, sudahkah bunda bisa membedakan antara batuk alergi dengan batuk biasa? Hal ini penting lho bund, supaya tak salah dalam menanganinya. Sebab, meskipun sama-sama batuk, keduanya memiliki perbedaan yang cukup menyolok.

Penyebab Batuk Alergi

Jika batuk biasa disebabkan oleh virus atau bakteri, maka, untuk batu alergi, penyebabnya bisa karena udara dingin, penggunaan kipas angin atau AC, debu, asap rokok, polusi udara, serbuk sari dari bunga, bulu binatang peliharaan, serta makanan tertentu.

Bulu kucing Penyebab Alergi pada Anak
Salah satu penyebab alergi hingga batuk – bulu kucing

Ciri-ciri Batuk Alergi yang Sering Dialami Oleh Anak-anak

Seperti yang sudah dijelaskan di beberapa paragraf awal, batuk alergi memiliki karakteristik yang berbeda dengan batuk biasa. Di antaranya adalah sebagai berikut!

1. Batuk Disertai Ruam pada Bagian Tubuh Tertentu

Ciri-ciri batuk alergi biasanya disertai dengan munculnya ruam atau biduran pada kulit yang memberikan rasa gatal. Tak hanya itu, bagian tenggorokan pun bisa terasa gatal juga. Pada kasus tertentu, alergi pun menyebabkan bengkak di beberapa bagian tubuh, salah satunya bibir.

2. Batuk Tidak Berdahak

Ya, gejala atau ciri batuk alergi yang berikutnya adalah, umumnya batuk tidak berdahak. Namun, jangan sampai salah membedakan ya bund. Karena kan ada juga yang namanya batuk kering.

Walaupun begitu, tak menutup kemungkinan juga bisa disertai dahak. Hanya saja, dahak yang dihasilkan cenderung bening dan cair. Jika ada dahaknya, maka bunda harus segera ditangani ya bund, agar alergi yang dialami oleh anak tidak semakin parah.

3. Durasi Batuknya Lebih Singkat

Jika bunda menemukan anak tengah batuk-batuk, namun hanya terjadi dalam waktu singkat, akan tetapi beberapa kali terjadi atau sering. Hal tersebut dapat menandakan adanya alergi pada anak.

Mengapa bisa begitu? Karena mungkin saja si pemicu alergi hingga anak batuk-batuknya muncul dan menghilang di saat-saat tertentu. Untuk mengatasinya, bunda pun harus segera mencari tahu pemicu hadirnya alergi batuk ini pada anak. Cek apakah ada debu, ataupun kandungan bahan makanan yang dikonsumsinya.

Ciri-ciri Batuk Alergi Tidak Disertai Demam

4. Jarang Disertai Demam

Pada batuk biasa, umumnya anak akan mengalami demam di saat-saat tertentu saat batuk ya, bund. Nah, ketika batuk alergi yang dialami. Maka anak bisa saja mengalami batuk terus menerus tanpa disertai oleh gejala demam.

Jika batuk biasa yang terjadi pada anak disebabkan oleh virus atau bakteri, maka suhu tubuh anak akan naik dan si kecil akan mengalami meriang. Sebaliknya, apabila batuk tanpa disertai demam, kemungkinan itu adalah batuk karena alergi.

5. Batuk Alergi Tidak Menular

Batuk biasa memungkinkan menular kepada orang-orang di sekitarnya yang kebetulan sistem kekebalan atau imun tubuhnya sedang lemah. Maka, batuk alergi tidak begitu, bunda.

Batuk alergi tidak akan menulari orang-orang di sekitar si kecil, karena batuk tersebut hanya reaksi tubuh terhadap benda asing yang diduga membahayakan si kecil. Ya, terkecuali orang tersJebut memiliki penyebab alergi yang sama. Jadi, bisa saja ikut-ikutan batuk.

Cara Mengatasinya

Untuk mengatasi ciri-ciri batu alergi yang dialami oleh si kecil, maka, bunda bisa terlebih dahulu mencari tahu penyebab anak alergi. Cek kebersihan rumah, mungkin ada debu yang lolos saat beres-beres rumah. Kemudian cek juga apakah ada bulu kucing menempel di bajunya, atau si kecil mungkin tak sengaja mengonsumsi makanan yang sebenarnya memiliki kandungan bahan pemicu reaksi alergi.

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *