Pengertian, Jenis, dan Penyebab Diare

tehgilang

Updated on:

diare adalah penyakit yang bisa membuat bolak balik buang air besar

Di musim hujan saat ini tentunya terdapat banyak penyakit menular lainnya selain flu dan batuk. Salah satunya yaitu penyakit gangguan pencernaan seperti diare. Diare adalah penyakit yang membuat kamu sering buang air besar (BAB).

Kenapa diare termasuk jenis penyakit menular? Yuk teman-teman bisa temukan jawabannya di artikel kali ini. Di sini saya juga akan membahas tentang pengertian diare, jenis-jenis diare, dan penyebab seseorang mengalami diare.

Apa yang Dimaksud dengan Diare?

Pengertian diare adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan adanya peningkatan pada frekuensi buang air besar.

Selain itu, ciri-ciri seseorang terkena diare bisa terlihat dari konsistensi tinja yang encer atau cair. Kamu juga bisa mengalami gejala tambahan, seperti kram perut, mual, dan kadang-kadang muntah.

pengertian diare

Teman-teman mungkin pernah mendengar istilah mencret. Nah, apakah diare dan mencret itu sama? Jawabannya iya, sebagian orang menyebut diare dengan mencret karena feses atau tinja yang cair.

Baca Juga: Ciri-ciri Batuk Berbahaya yang Harus Diwaspadai

Jenis-jenis Diare

Siapa yang mengira kalau diare itu ya cuma diare saja? Tenang, kalau begitu kita sama. Saya juga mulanya mengira kalau diare ya sudah diare saja.

Ternyata, diare sama seperti batuk ada jenis-jenisnya gitu. Di bawah ini adalah jenis-jenis diare yang biasa terjadi pada seseorang:

1. Diare Akut

Diare akut biasanya berlangsung kurang dari dua minggu. Ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit. Gejala yang sering menyertai diare akut adalah mual, muntah, kram perut, dan demam.

2. Diare Kronis

Diare kronis adalah kondisi diare yang berlangsung lebih dari empat minggu. Penyebab diare kronis bisa beragam, termasuk gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), intoleransi makanan, atau penyakit radang usus.

jenis jenis diare dan penyebab diare

3. Diare Persisten

Diare persisten adalah kondisi diare yang berlangsung lebih lama dari biasanya, yaitu melebihi dua minggu. Ini termasuk dalam kategori diare kronis.

Diare persisten bisa menjadi tanda dari gangguan kesehatan yang lebih serius atau bisa juga menjadi gejala dari kondisi yang telah berlangsung lama, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) atau penyakit radang usus.

Penyebab diare persisten bisa bervariasi, mulai dari infeksi bakteri, virus, atau parasit, hingga gangguan pencernaan, intoleransi makanan, atau efek samping obat-obatan.

4. Diare Perjalanan

Diare perjalanan terjadi saat seseorang mengalami diare setelah bepergian ke daerah yang memiliki sanitasi yang buruk atau infeksi yang umumnya tidak terjadi di tempat asalnya.

Hal ini sering disebabkan oleh bakteri yang dijumpai dalam makanan atau air minum yang terkontaminasi.

5. Diare Terkait Obat

Beberapa obat-obatan, terutama antibiotik, bisa menyebabkan diare sebagai efek sampingnya. Ini disebabkan oleh gangguan keseimbangan bakteri baik dalam usus.

Baca juga: Cara Mengatasi Batuk Kering

Penyebab Diare Secara Umum

Ada banyak faktor atau penyebab diare yang dialami oleh seseorang, di antaranya:

1. Infeksi

Infeksi virus, bakteri, atau parasit adalah penyebab umum diare. Contohnya termasuk rotavirus, norovirus, bakteri E. coli, dan Giardia.

2. Makanan atau Air yang Terkontaminasi

Konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri atau parasit juga dapat menyebabkan diare. Hal ini sering terjadi di daerah dengan sanitasi yang buruk.

3. Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan seperti laktosa atau fruktosa dapat menyebabkan diare setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bahan-bahan tersebut.

4. Obat-obatan

Beberapa obat, terutama antibiotik, bisa mengganggu keseimbangan bakteri dalam usus dan menyebabkan diare sebagai efek samping.

5. Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), penyakit radang usus, atau penyakit celiac juga bisa menjadi penyebab diare kronis.

diare bisa menular

Apakah Diare Menular?

Sebagian orang mungkin menganggap diare tidak menular. Namun, faktanya penyakit gangguan pencernaan ini menular.

Kok bisa? Gimana caranya? Jadi, diare bisa menular dari feses penderita diare. Gini lho, kalau kita diare kan tinjanya encer. Karena encer, kalau kitanya tidak cuci tangan dengan benar setelah cebok, bisa saja sisa feses cairnya menempel di sela-sela kuku.

Baca juga: Cara Mengatasi Sembelit

Otomatis bakteri penyebab diarenya mengendap tuh dan bisa berpindah ke tempat-tempat yang rawan penularan, seperti pegangan semprotan air, puteran keran, gayung, handel pintu, bahkan alat-alat makan.

Kalau sudah begitu, saat orang lain tidak menjaga kebersihan tangan mereka, otomatis saat makan, bakteri diare bisa turut masuk ke dalam pencernaan orang tersebut.

Hasilnya tentu saja, jadi ikut terkena diare. Oh iya, di Indonesia bahkan sudah banyak kasus wabah diare di suatu kampung lho.

Di 2009 contohnya. Di Lampung, akibat lihat cuaca dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga terjadi kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih.

Warga di daerah pedesaan atau pegunungan buang air besar di areal persawahan yang kering dan akibatnya bakterinya terbang atau norovirusnya terbang dan menyebar ke tempat lain.

Akhirnya jadi diare sampai ratusan orang lho, dari balita sampai dewasa.

Kesimpulan

Diare adalah penyakit yang bisa membuat feses atau tinja menjadi lebih cair, sehingga membuat seseorang bisa lebih sering buang air besar.

Penyakit ini bisa menyerang anak-anak hingga dewasa, termasuk bayi. Diare bisa menyebabkan seseorang terkena dehidrasi atau pneumonia jika tidak diatasi dengan baik.

Nah, memahami pengertian, jenis, dan penyebab diare tentunya penting, supaya kamu bisa mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dan mencari pengobatan yang sesuai jika diperlukan.

Jika diare berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai dengan gejala yang parah, penting untuk mencari saran medis.

Tinggalkan komentar