Waspada DBD, Yuk Kenali Gejala DBD

tehgilang

gejala dbd salah satunya adalah demam tinggi

Penyebab penyakit demam berdarah atau DBD adalah infeksi dari gigitan nyamuk aedes aegypti yang berkembang biak di lingkungan tertentu. Gejala DBD yang paling umum yaitu demam tinggi secara mendadak.

Namun, gejala demam berdarah tidak hanya demam saja, ada gejala lainnya dari yang ringan hingga berat karena terbagi ke dalam beberapa fase.

Nah, untuk mengetahui lebih lengkap terkait kapan gejala DBD muncul? Sebaiknya kamu membaca artikel kali ini sampai selesai!

Gejala DBD Secara Umum

Secara sederhana, DBD adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus dari gigitan nyamuk yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Uniknya, insfeksi virus dengue yang menyebabkan DBD tidak langsung memperlihatkan gejala penyakitnya. Sebab, penyakit demam berdarah memiliki masa inkubasi yang berkisar antara 4 hingga 10 hari setelah seseorang mengalami gigitan nyamuk DBD atau aedes aegypti.

gejala umum demam berdarah ada sakit kepala dan muncul bintik merah atau ruam

Berikut beberapa gejala umum demam berdarah dalam tahapan yang masih ringan:

  • Demam tinggi yang biasanya terjadi secara mendadak dan suhunya bisa mencapai 40°C. Demam ini bisa berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Jadi kalau kamu merasa demam, harus waspada ya teman-teman.
  • Muncul rasa nyeri pada bagian sendi, otot, dan tulang pada tubuh yang mirip gejala influenza, sehingga beberapa orang mengira hanya sakit flu biasa.
  • Mengalami mual dan muntah menjadi salah satu gejala awal yang dialami para penderita DBD.
  • Terasa sakit kepala yang parah, biasanya sangat terasa di sekitar dahi dan menyebabkan bagian belakang mata terasa nyeri.
  • Muncul bintik dan ruam merah di kulit tubuh.

Baca juga: Pengertian DBD dan Penyebabnya

Perbedaan Gejala DBD dengan Penyakit Tipes

Jika melihat gejala umum penyakit DBD ini sekilas mirip dengan gejala penyakit tipes atau thypus fever. Lalu, bagaimana cara membedakannya. Kamu bisa membedakannya dari bintik merah atau ruam, waktu terjadinya, rasa nyeri, dan demam yang dialami.

1. Ruam atau Bintik Merah Kecil

Ruam atau bintik merah pada penyakit demam berdarah diakibatkan oleh pendarahan di bawah kulit. Kalau kamu menekannya, bintik merah tersebut tidak akan hilang. Berbeda dengan ruam pada tipes.

Bintik merah penyakit tifus bukan karena pendarahan, tapi akibat infeksi bakteri Rickettsia dan Orientia. Ruam pada penderita tipes umumnya muncul di hari ke 5 setelah terinfeksi.

2. Waktu Terjadinya Penyakit

Penyakit DBD adalah jenis penyakit musiman yang terjadi di musim penghujan karena nyamuk DBD hidup di lingkungan yang lembap.

Bagaimana dengan tifus? Penyakit tipes bukanlah penyakit musiman, tifus terjadi sepanjang waktu dalam setahun.

Baca juga: Cara Mengatasi Batuk Kering yang Bisa Kamu Coba

3. Rasa Nyeri yang Timbul

Setelah mengalami demam tinggi, penderita DBD biasanya akan mulai mengalami rasa nyeri pada tulang, otot, dan sendi. Kemudian sakit kepala yang parah hingga merasa mual dan ingin muntah.

Nah, penderita tipes juga merasakan hal yang sama. Bedanya, pada sakit tifus, penderitanya juga mengalami batuk kering, sakit perut, bahkan diare.

Baca juga: Cara Menghentikan Diare Secara Alami

4. Perbedaan Demam

Demam pada penderita DBD muncul secara mendadak dengan suhu 39 derajat celcius hingga 40 derajat celcius. Demam ini berlangsung sepanjang hari (selama 2 sampai 7 hari) disertai gejala sakit kepala, nyeri pada bagian mata, timbul rasa mual bahkan muntah.

Berbeda dengan demam tifus yang kemunculannya tidak secara langsung, bisa baru muncul pada hari ke 5 hingga 10 sejak terinfeksi bakteri. Kenaikan suhunya berlangsung selama beberapa hari dari suhu yang rendah hingga sangat tinggi (bertahan di 40 derajat celcius).

perbedaan gejala tipe dengan dbd adalah demam dan waktu terjadinya

Fase Demam Berdarah dan Gejala yang Timbul

1. Fase Awal (Febrile Phase)

Pada fase awal, penderita demam berdarah akan mengalami demam tinggi yang tiba-tiba (rata-rata 40 derajat celcius). Demamnya bisa berlangsung selama 2 hingga 7 hari.

Tidak hanya demam, di febrile phase, orang dewasa maupun anak-anak yang terkena DBD bisa mengalami sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta mual dan muntah secara bersamaan.

Bahkan tidak menutup kemungkinan langsung muncul ruam atau bintik kemerahan. Ruam pada penyakit demam berdarah penyebabnya adalah penurunan signifikan pada trombosit darah.

Baca juga: Yuk Kenali Jenis Batuk dan Penyebab Batuk

2. Fase Kritis (Critical Phase)

Setelah melewati fase awal, sebagian penderita sakit DBD kemungkinan memasuki fase kritis. Ciri-cirinya terlihat dari penurunan suhu tubuh yang tajam (dari demam tinggi menjadi normal).

Kemudian bisa juga disertai pendarahan (mimisan, gusi berdarah, atau ruam merah di kulit), sakit perut, muntah secara terus menerus, feses berwarna hitam, dan kesulitan untuk bernafas.

Fase ini merupakan titik balik penting dalam perkembangan penyakit. Sebab bisa menyebabkan komplikasi serius pada organ vital, seperti ginjal dan hati karena terjadinya penurunan mendadak pada detak jantung dan tekanan darah.

Tekanan darah yang turun drastis hingga titik terendah bisa mengancam jiwa. Sebaiknya kamu segera menghubungi dokter atau datang ke layanan kesehatan terdekat supaya mendapat penanganan yang tepat.

Crithical pase bisa terjadi selama 24 hingga 48 jam.

Baca juga: Manfaat Beras Hitam untuk Kesehatan

3. Fase Pemulihan (Recovery Phase)

Setelah berhasil melewati fase kritis, kamu akan memasuki fase pemulihan (terjadi setelah 48 jam hingga 72 jam dari fase kritis.

Pada fase ini, suhu tubuh kembali normal. Namun untuk gejala seperti kelemahan dan kelelahan mungkin masih terasa selama beberapa hari atau minggu.

Kesimpulan

Demam berdarah adalah penyakit yang biasanya terjadi di musim hujan karena nyamuk DBD menyukai lingkungan yang lembap. Mengetahui gejala DBD serta fase perkembangannya sangat penting supaya kamu bisa melakukan deteksi dini dan penanganan penyakit demam berdarah yang efektif.

Tinggalkan komentar